Analisis Tren Perubahan Curah Hujan dan Pemetaan Klasifikasi Iklim Schmidt - Ferguson untuk Penentuan Kesesuaian Iklim Tanaman Pala (Myristica fragrans) di Pulau Seram

Semuel Laimeheriwa, Elia Leonard Madubun, Eklesia D. Rarsina

Abstract


Perubahan iklim yang terus terjadi hingga saat ini telah memberikan dampak terhadap berbagai segi kehidupan; termasuk sektor pertanian. Penelitian bertujuan untuk menentukan tren perubahan curah hujan, pemetaan klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson yang baru, dan menentukan kesesuaian iklim tanaman pala di Pulau Seram.  Penelitian ini menggunakan data curah hujan berbagai lokasi di Pulau Seram selama 60 tahun pengamatan.  Analisis data terdiri dari: (1) analisis pola curah hujan dan membangkitkan data curah hujan menggunakan teknik rataan aljabar, (2) analisis tren perubahan curah hujan, (3) pemetaan klasifikasi iklim, dan (4) penentuan kesesuaian iklim tanaman pala.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Pulau Seram telah terjadi peningkatan curah hujan rataan tahunan dalam 30 tahun terakhir (periode 1989-2018) dibandingkan dengan priode 30 tahun sebelumnya (periode 1959-1988), yaitu sebesar 11,2 hingga 15,6%.  Di Pulau Seram terdapat tiga tipe iklim Schmidt-Ferguson, yaitu A, B, dan C.  Wilayah yang sangat sesuai untuk pengembangan tanaman pala seluas 1.035 ha atau 59% dari luas Pulau Seram dan daerah yang sesuai seluas 457 ha atau 26% dari luas Pulau Seram.  Sedangkan daerah yang kurang sesuai dan tidak sesuai untuk tanaman pala seluas 258 ha atau 15% dari luas Pulau Seram.

Kata kunci:  curah hujan, Schmidt-Ferguson, kesesuaian iklim, tanaman pala, Pulau Seram


Full Text:

PDF

References


Bey, A dan I. Las. 1991. Strategi Pendekatan Iklim Dalam Usaha Tani. Dalam: Kapita Selekta Dalam Agrometeorologi. Dirjen Dikti, Depdikbud, pp:18-47. Jakarta.

Laimeheriwa, S. 2014. Analisis Tren Perubahan Curah Hujan Pada Tiga Wilayah Dengan Pola Hujan yang Berbeda di Provinsi Maluku. J. Budidaya Pertanian 10(2): 71-78.

Sasminto, R.A., A. Tunggul, dan J.B. Rahadi W. 2014. Analisis Spasial Penentuan Iklim Menurut Klasifikasi Schmidt-Ferguson dan Oldeman di Kabupaten Ponorogo. J. Sumber Daya Alam dan Lingkungan 1(1): 51-56.

Hidayat, R dan K. Ando. 2014. Variabilitas Curah Hujan Indonesia dan Hubungannya Dengan ENSO/IOD: Estimasi Menggunakan Data JRA-25/JCDAS. J. Agromet 28(1): 1-8.

Sudrajat, A. 2009. Pemetaan Klasifikasi Iklim Oldeman dan Schmidt-Ferguson Sebagai Upaya Pemanfaatan Sumberdaya Iklim Dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam di Sumatera Utara [Tesis]. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Nasution, M.I dan M. Nuh. 2018. Kajian Iklim Berdasarkan Klasifikasi Oldeman di Kabupaten Langkat. J. of Islamic Science and Technology 3(2): 1-19.

BP-Kapet Seram. 2003. Rencana Induk Pengembangan Kapet Seram. Laporan Penelitian, Kerjasama BP-Kapet Seram dan PSPPR-UGM. Ambon.

LTA-72. 1987. Zone Agroklimatik Provinsi Maluku. Maluku Regional Development Project. Ambon.

Schulz, E.F. 1980. Problem and Applied Hydrology. Water Res. Publ., Fort Collins, Colorado.

Manik, T.K. 2014. Klimatologi Dasar: Unsur Iklim dan Proses Pembentukan Iklim. Graha Ilmu, Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.30598/a.v8i2.1012

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




View My Stats