STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF BERBASIS SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT DI KOTA AMBON

Renoldy Limberthy Papilaya, Johannis Hiariey, Tesalonika Risakotta

Abstract


Sumber daya pesisir umumnya digunakan oleh masyarakat menjadi kerajinan adalah sisik ikan, kerang mutiara, kelapa, kerang, siput, pandan pantai, bintangur dan berbagai vegetasi pantai. Untuk mengetahui bagaimana kelangsungan bisnis masyarakat perlu dikaji kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) dari bisnis. Responden digunakan dalam penelitian 20 sampel dari populasi 56 orang (35,7%) terdiri dari pembeli, penjual dan industri kelembagaan dan pariwisata. Penelitian ini menganalisis penilaian responden terhadap hasil Analisis Faktor Internal (IFAS) dan Ringkasan Analisis Faktor Eksternal (EFAS). Hasil penilaian kemudian dihitung secara keseluruhan rasio konsistensi (CR), jika CR ≤ 0,1, responden memiliki konsistensi dalam menjawab kuesioner yang diberikan. IFAS menjadi kekuatan seperti kualitas produk sesuai dengan selera konsumen, kemudahan akses ke bahan baku, tenaga kerja terampil dan berpengalaman. Sedangkan faktor kelemahan strategis internal seperti: kurangnya promosi media, kurangnya pembukuan keuangan. EFAS ke peluang seperti konsumsi pribadi akan naik kerajinan, pangsa pasar masih luas. Sedangkan faktor strategi eksternal yang menimbulkan ancaman mudah ditiru, regenerasi tenaga kerja. Rasio konsistensi (CR) sebesar 0,07 menunjukkan keputusan yang diambil oleh responden untuk menentukan prioritas cukup konsisten, artinya prioritas yang dapat dilaksanakan adalah meningkatkan kualitas produk dan pengembangan pasar serta fleksibilitas produk dalam rangka mengikuti perubahan perilaku dan permintaan pasar.


Keywords


Strategi, Industri Kreatif, Sumber Daya Pesisir, Ambon

Full Text:

PDF

References


Bensoussen, 2009. Teknik Kelembagaan Bisnis. Penerbit. Grafis Publ. Jakarta.

Papilaya, 2012. Pengelolaan Pariwisata Bahari Berbasis Masyarakat di Kota Ambon, Provinsi Maluku. Disertai (Tidak dipublikasikan). Program Doktor Manajemen Sumberdaya Pantai Pascasarjana Universitas Diponegoro.

Rangkuti, F. 2005. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Cetakan Keempat belas. Jakarta: Gramedia Pusaka Utama

Restrepo and Marques, 2015. Orange Economy (Potensi Industri Kreatif Yang Tak Terbatas. Diterjemahkan oleh Aditya. Penerbit Noura Book Publishing. Amerika Serikat

Sugiyono. 2016 . Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Supriharyono. 2010. Pelestarian dan Pengelolaan Sumberdaya Alam di Wilayah Pesisir Tropis. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Susilowati. 2008. Modul Pengambilan Keputusan Melalui Analythical Hierarchy Process (AHP). Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro

Unga, 2011. Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Kepulauan Banda. Program Pasca Sarjana Universitas Hassanudin.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 PAPALELE (Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan)

Jurnal Papalele Terindex

 View My Stats

 Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.