MANFAAT KAWASAN KONSERVASI PESISIR DAN PULAU KECIL (KKP3K) PULAU KOON DAN PERAIRAN SEKITARNYA BAGI PENINGKATAN KEJEHTERAAN MASYARAKAT

Hellen Nanlohy

Abstract


Pengelolaan sumberdaya laut seharusnya dikelola secara efektif dan bekelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat lokal yang bermukim di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manfaat kawasan konservasi perairan bagi kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan survei lapangan melalui diskusi kelompok terarah dan kemudian wawancara dengan informan kunci. Penelitian ini berlokasi di kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau Kecil (KKP3K) Taman Pulau Kecil-Pulau Koon, Pulau-Pulau Kecil dan Perairan Sekitarnya, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pesisir yang berada di sekitar kawasan konservasi mengetahui bahwa kawasan konservasi merupakan zona pelarangan pemanfaatan penangkapan ikan. Penetapan kawasan konservasi ini memberikan manfaat penting bagi masyarakat pesisir khususnya nelayan karena dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan sebelum penetapan kawasan konservasi.

Keywords


manfaat, kawasan, konservasi, kesejahteraan, masyarakat. ABSTRACT

Full Text:

PDF

References


Abubakar. 2010. Strategi Pengembangan Pengelolaan Berkelanjutan Pada Kawasan Konservasi laut Gili Sulat : Suatu Pendekatan Stakeholders. Jurnal Bumi Lestari, 10 (2) : 256-262.

Bahtiar. 2012. Kearifan Lokal Orang Bajo dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut. MUDRA Jurnal Seni Budaya, 27 (2) : 178-185.

Baker J. L. 2000. Guide to Marine Protected Areas. South Australia: Department for Environment and Heritage.

Badan Pusat Statistik. 2014. Kabupaten Seram Bagian Timur Dalam Angka.

Juniarta H. P., E. Susilo., M. Primyastanto. 2013. Kajian Profil Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir Pulau Gili Kecamatan Sumerkasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Jurnal ECSOFiM, 1 (1) : 11-23.

Kelleher G. 1999. Guidelines for Marine Protected Areas, Gland, Switzerland and Cambridge, UK: IUCN.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2013a. Konservasi Untuk Kesejahteraan.

Kementerian Kelautan Perikanan. 2013b. Strategi Pengembangan Jejaring Kawasan Konservasi di Indonesia.

Leurima A. 2017. Inilah Koon, Surga Terumbu Karang Terbaik di Indonesia Timur. http://rri.co.id/jakarta/post/berita/349177/daerah/inilah_koon_surga_terumbu_ksrang_terbaik_di_indonesia_timur.html. Diakses 20 April 2017.

PISCO. 2009. California Marine Life protection Act: Scientific Guidelines for MPA Design. Accessed atwww.piscoweb.org.

Retraubun A. S. W., J. Abrahamsz, Y. Lopulalan, S. Tubalawony, H. Nanlohy, P. Usmany, dan F. Ayal. 2016. Perencanaan Pembangunan Provinsi Maluku Berbasis Maritim. Laporan Penelitian Kerjasama Badan Perencanaan Provinsi Maluku dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura, Ambon.

Wibowo A., R. Affandi., K. Soewardi., dan Sudarto. 2010. Pengelolaan Sumber Daya Ikan Belida (chitgla lopis) di Sungai Kampar, Provinsi Riau. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 2 (2) : 79-89.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 PAPALELE (Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan)

Jurnal Papalele Terindex

 View My Stats

 Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.