Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogea L. Merril) Setelah Aplikasi Azotobacter chroococcum Dan Pupuk NPK

Dewikusuma Ikhsani, Reginawanti Hindersah, Diyan Herdiyantoro

Abstract


The combination of biological fertilizers and chemical fertilizers can support the concept of sustainable integrated farming and minimize the adverse impacts of chemical fertilizers. Azotobacter sp. is a soil microbe that used as a biological fertilizer because it can fix N and produce phytohormones which are crucial for plant growth. This research aims to study the growth of peanut plants after Azotobacter chroococcum and NPK fertilizer application. This research was conducted on July-November 2016 in field trials of PT. Pupuk Kujang, Cikampek, West Java with a height of 25 m above sea level. The experiments were performed using a randomized block design with three treatments, 2 L / ha Azotobacter chroococcum, 300 kg / ha of NPK and 2 L / ha Azotobacter chroococcum + 150 kg / ha of NPK with four replications. The results showed treatment with a dose of 2 L / ha Azotobacter chroococcum + 150 kg / ha of NPK fertilizer can increase the growth of plant height and root dry weight, whereas treatment with a dose of 300 kg / ha of NPK most improve plant shoot dry weightKeywords: Azotobacter chroococcum, NPK, Plant Growth. 

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Marzuki, R. 2007. Bertanam Kacang Tanah. Jakarta : Penebar Swadaya.

Srilestari, R. 2005. Induksi embrio somatik kacang tanah pada berbagai macam vitamin dan sukrosa. Jurnal Ilmu Pertanian. (12) 1: 43-50.

Badan Pusat Statistik [BPS]. 2016. Data Produksi Kacang Tanah. Online : www.bps.go.id diakses pada tanggal 15 April 2016.

Kementrian Pertanian [Kementan]. 2016. Petunjuk Teknis Pengelolaan Produksi Kacang Tanah dan Kacang Hijau Tahun Anggaran 2016. Kementrian Pertanian: Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2016.

Nurtika, N. 2009. Respons tanaman tomat terhadap penggunaan pupuk majemuk NPK 15-15-15 pada tanah Latosol pada musim kemarau. Jurnal Hortikultura. (19):1.

Naibaho, R. 2003. Pengaruh Pupuk Phonska terhadap Kandungan Unsur Hara NPK dan Ph beberapa Tanah Hutan. [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Widawati, S. dan Saefudin. 2015. Isolasi dan uji efektivitas plant growth promoting rhizobacteria di lahan marginal pada pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max L. Merr.) var. Wilis. Jurnal Pros. Sem. Nas. Masy. Biodiv. Indon. (1) 1: 59-65.

Matui, D., Pomalingo, N. Dan W. Pembengo. 2013. Pengaruh Pupuk Phonska dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogea L.). [Skripsi]. Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo.

Simanungkalit, R.D.M. 2001. Aplikasi Pupuk Hayati dan Pupuk Kimia: Suatu Pendekatan Terpadu. Bogor: Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan.

Mrkovacki, N dan V. Milic. 2001. Use of Azotobacter chroococcum as potentially useful in agricultural application. Annals of Microbiology. (51): 145-158.

Hindersah R. dan T. Simarmata. 2014. Potensi rhizobakteri Azotobacter sp. dalam meningkatkan kesehatan tanah. Jurnal Natura Indonesia. 5:127-133

Simanungkalit, R.D.M, Suriadikart, D.A, Saraswati R, Setyorini D dan W. Hartatik. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. BBSDLP. Online: http://balittanah.litbang.deptan.go.id/ dokumentasi/juknis/pupuk%20organik.pdf. [5/03/2016].

Kader, M.A dan M.H. Hoque. 2002. Effect of Azotobacter inoculant on yield and nitrogen uptake by wheat. J.Bio. Sci. 2 : 259 -251.

Widiastuti, H., Siswanto dan Suharyanto. 2010. Karakterisasi dan seleksi beberapa isolat Azotobacter sp. untuk meningkatkan perkecambahan benih dan pertumbuhan tanaman. Buletin Plasma Nutfah 16(2)2: 160- 167.

Dey, R., Pal K.K., Bhatt, D.M. dan S.M. Chaucan. 2004. Growth promotion and yield enhacement of peanut (Arachis hypogaea L.) by application plant growth-promoting rhizobacteria. Microbiol Res. 159: 371-394.

Purwaningsih, S. dan Saefudin. 2012. Pengaruh inokulasi bakteri penambat nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil panen kedelai (Glycine max L). Jurnal Teknologi Lingkungan. 13-20.

Mapegau. 2007. Pengaruh pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Jurnal Agripura. (3): 2.

Latada, K.Y. 2013. Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogea L. Merril.) Melalui Pemberian Pupuk Phonska. [Skripsi]. Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo.

Razie, F dan A. Iswandi. 2005. Potensi Azotobacter spp. (dari lahan pasang surut Kalimantan Selatan) dalam menghasilkan Indole Acetic Acid (IAA). Jurnal Tanah dan Lingkungan. (7)1:35-39.

Taiz, L. dan E. Zeiger. 1991. Plant Physiology. Tokyo: The Benyamin/ Cumming Publishing Company Inc. : 219-247.

Gauri, S.S., Mandal, S.M. dan B.R.Pati. 2012. Impact of Azotobacter exopolysaccharides on sustainable agriculture. Appl Microbiol Biotechnol. 95:331–338.

Lasrin, H. 1997. Ketahanan hidup Azotobacter penambat nitrogen pada berbagai bahan pembawa serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays). [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Hindersah, R., Arief, D.H., Sumarni, Y dan Totowarsa. 2003. Produksi Hormon Sitokinin Oleh Azotobacter. Disampaikan pada Kongres dan Seminar Nasional HITI, Padang Juli 2003. Hal. 549-555.

Lenin, G and M. Jayanthi. 2012. Indole Acetic Acid, Gibberellic Acid and Siderophore Production by PGPR Isolates From Rhizospheric Soils of Catharanthus roseus. Inter. J. Pharma. Biol. Arch., 3: 933-938.

Hindersah, R., Arief, D. H, Soemitro, S dan L. Gunarto. 2006. Exopolysaccharide Extraction from Rhizobacteria Azotobacter sp. Proc. International Seminar IMTGT. Medan, 22-23 Juni 2006. Hal 50-55.

Patty, P.S., Kaya, S. dan Ch. Silahooy. 2013. Analisis status nitrogen tanah dalam kaitannya dengan serapan N oleh tanaman padi sawah di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Agrologia. 2(1): 51-58.

Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.




DOI: http://dx.doi.org/10.30598/a.v7i1.351

Refbacks

  • There are currently no refbacks.