Pengaruh Faktor Penggunaan Lahan Terhadap Degradasi Lahan Akibat Erosi pada Hutan Primer dan Kebun Campuran Di Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Propinsi Maluku

Silwanus M. Talakua

Abstract


Penggunaan lahan merupakan faktor yang paling rentan dan selalu menjadi sasaran utama terhadap pengaruh perubahan oleh manusia dibandingkan dengan faktor lain, oleh karena itu sangat berpotensi terjadinya degradasi lahan akibat erosi. Tujuan  penelitian adalah menguji pengaruh faktor penggunaan lahan antara lain luas penggunaan lahan, kerapatan vegetasi atas, kerapatan vegetasi bawah, serta faktor yang paling berpengaruh terhadap degradasi lahan akibat erosi pada hutan primer dan kebun campuran di Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku. Metode yang digunakan adalah pengukuran indikator degradasi lahan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor luas penggunaan lahan berpengaruh nyata secara negatif terhadap degradasi lahan akibat erosi pada hutan primer (P = 0,040*; r = -0,71), sebaliknya pada kebun campuran, berpengaruh nyata secara positif (P = 0,003*; r = +0,86).  Faktor kerapatan vegetasi atas berpengaruh nyata secara negatif terhadap pada hutan primer (P = 0,006*, dan r = -0,82), maupun dan pada kebun campuran (P = 0,002*; r = -0,886).  Faktor kerapatan vegetasi bawah  berpengaruh nyata secara negatif pada hutan primer (P = 0,020*; r = -0,77), maupun pada kebun campuran (P = 0,000*; r = -0,92. Faktor yang paling berpengaruh nyata terhadap degradasi lahan akibat erosi pada penggunaan lahan hutan primer adalah kerapatan vegetasi (Pparsial X2HP = 0,006*; R2 = 0,68). Faktor yang paling berpengaruh terhadap degradasi lahan akibat erosi pada penggunaan lahan kebun campuran adalah luas penggunaan lahan  (Pparsial X1KC/P = 0,004*) dan kerapatan vegetasi bawah(Pparsial X3KC/P = 0,042*) dengan nilai R2 = 0,88.

Kata Kunci: degradasi lahan, erosi, kerapatan vegetasi, hutan primer dan kebun campuran


Full Text:

PDF

References


Sandy. I.M. 1977. Penggunaan Tanah (land use) di IndonesiaPublikasi No. 75 Direktorat Tata Guna Tanah. Departemen Dalam Negeri. Jakarta

FAO. 1995. Global and National Soils and Terrain Digital Databases (SOTER). Prosedures Manual. Land and Water Development Devision. World Soil Resources Reports No. 74 Rev.1

FAO. 1996. Population Change-Natural Resources- Environment Linkages In East and Southeast Asia. Prepared by the Population Information Network (POPIN) of the United Nations Population Division, Department for Economic and Social Information and Policy Analysis. FAO Population Programme Service, Rome.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Propinsi Maluku. 1996. Rencana Struktur Tata Ruang Propinsi Daerah Tingkat I Maluku. Fakta dan Analisis.

Dinas Kehutanan Propinsi Maluku. 1994b. Peta Penggunaan Lahan Pulau Seram Propinsi Maluku skala 1 : 100.000. Sebagai Hasil Penafsiran Citra Satelit (Citra Landsat False Colour Composite TM Tahun 1992 dan False Colour Composite MSS Tahun 1990).

Swiecki, T. J and E.A. Bernhardt. 2001. Guidelines for Developing and Evaluating Tree Ordinances. USDA Forest Service through the National Urban and Community Forestry Advisory Council and the International Society of Arboriculture.

Dissmeyer G.E and G.R. Foster. 1980. A Guide For Predicting Sheet and Rill Erosion on Forest Land. USDA Forest Service Southeastern Area 1720 Peachtree Road, N.W. Atlanta, Gorgia 30367.

Stocking. M and N. Murnaghan, 2000. Land Degradation Guidelines For Field Assessment. Overseas Development Group University of East Anglia Norwich,UK Co-operating Institutions : United Nations Environment Programme (UNEP), United Nations University (UNU). People, Land Management and Environmental Change Project (PLEC)-Japan.

Talakua, S.M. 2009. Pengaruh Penggunaan Lahan Terhadap Kerusakan Tanah Karena Erosi di Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku. Jurnal Budidaya Pertanian 5 (1): (hal: 27-34)

Talakua S.M. 2016. Degradasi Lahan Metode Analisis dan Aplikasinya dalam Penggunaan Lahan. Plantaxia. Ruko Jambusari 7A Yogyakarta 55283. ISBN:978-602-6912-13-8.

Morrison D.F. 1976 Multivariate Statistical Methods. Second Edition. Mc.Graw-Hill Book Company. New York St. Louis San Francisco Auckland Düsseldorf Johannesburg Kulala Lumpur London Mexico Montreal New Delhi Panama paris São Paulo Singapore Sydney Tokyo Toronto.

Draper. N.R. dan H. Smith. 1992. Terjemahan Analisis Regresi Terapan. P.T. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Symeonakis. E, S. Koukoulas, A. Calvo-Cases, E. Arnau-Rosalen and I. Makris. 2004. A Landuse Change and Land Degradation Study In Spain and Greece Using Remote Sensing and GIS. Departamento de Geografía, Universidad de Valencia, Av. Blasco Ibáñez 28, Valencia 46010, Spain - Dept. of Geography, University of the Aegean, Mytilene 81100, Greece.

Sherbinin. 2002. Guide to Land-Use and Land-Cover Change (LUCC) Center for International Earth Science Information Network (CIESIN) Columbia University Palisades, NY, USA. A collaborative effort of SEDAC and the IGBP/IHDP LUCC Project.

Kokh and Shrestha. 2002. Soil Erosion Modelling Using Remote Sensing and GIS: A Case Study of Jhikhu Khola Watershed, Nepal. Part of aM. Tech. Thesis Submitted to Andhra University.

FAO 1999. New Concepts and Approaches to Land Management in The Tropics with Emphasis on Steeplands. FAO Soil Bulletin 75. Land and Water Publication Series. Land and Water Development Devision.

FAO 1999. Methods and Materials in Soil Conservation A Manual. Miscellaneous Reports/Guides/ Manuals/Filmstrips – Soil. Land and Water Publication Series. Land and Water Development Devision.

FAO dan CIFOR. 2005. Hutan dan Banjir. Tenggelam Dalam Suatu Fiksi Atau Berkembang Dalam Fakta. RAP Publication 2005/3. Forest Perspective 2. Food and Agriculture Organization - Centre of International Forestry Research.

Asdak. C. 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadja Mada University Press.

Sihite. J. 2001. Evaluasi Dampak Erosi Tanah Model Pendekatan Ekonomi Lingkungan dalam Perlindungan DAS : Kasus Sub-DAS Besai – DAS Tulang Bawang, Lampung. Disertasi Doktor Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. ICRAF SE-Asia Southeast Asian Regional Research Programme PO Box 161 Bogor 16001 Indonesia.

Talakua S.M. 2016. Identifikasi Degradasi Tanah dan Pengaruh Faktor Penggunaan Lahan Terhadap Degradasi Tanah pada Kebun Campuran dan Semak Belukar di Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku. Jurnal Budidaya Pertanian Vol. 12(2):101-107.

Talakua S.M. dan Osok. 2018. Efek Penggunaan Lahan Terhadap Degredasi Tanah pada Kebun Campuran di Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku. Jurnal Agrologia 7 (1): 9-16.

Talakua S.M. dan R.M. Osok 2017. Pengembangan Model Penilaian Degradasi Lahan Berdasarkan Pendekatan Field Assessment. Studi Kasus Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Wae Sari DAS Wae Riuapa Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku. Pattimura University Press. ISBN: 978-602-50112-2-1.

Talakua S.M. dan R.M. Osok 2019. Development of Land Degradation Asessment Model Based on Field Indicators Assessment and Prediction Methods In Wai Sari Sub Watershed Kairatu District. Western Seram Regency. Maluku Province. Indonesia. Science Nature Journal. Faculty of Mathematics and Natural Sciences. Pattimura University. 2 (1): (page : 071-085).

Talakua S.M. 2008. Pengaruh Faktor Penggunaan Lahan, Kerapatan Vegetasi Atas, Kerapatan Vegetasi Bawah Terhadap Erosi pada Hutan Primer dan Hutan Sekunder di Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku. Jurnal Makila. Jurnal Penelitian Kehutanan Volume II, Nomor 1, Tahun 2008. Hal 35-45. ISSN : 1978-4996




DOI: http://dx.doi.org/10.30598/ajibt.v9i2.1164

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


The journal indexed by: