Profil Komoditas Kacang Mete dan Jagung di Pulau Muna Provinsi Sulawesi Tenggara

Reginawanti Hindersah, Nini Mila Nini Mila Rahmi2

Abstract


Bentang lahan perbukitan batu gamping dikenal dengan nama bukit karst di Pulau Muna  menumbuhkan tanaman lokal Jambu Mede (Anacardium occidentale L.) yang menghasilkan kacang mete. Wilayah karst ini juga mendukung pertumbuhan tanaman pangan lokal seperti jagung. Produk lokal ini perlu dipertahankan untuk menggerakan ekonomi masyarakat dan memberikan identitas Pulau Muna sebagai penghasil kacang mete dan jagung.  Jambu Mete dan jagung  adalah komoditas unggulan di Pulau Muna. Artikel ini menjelaskan kondisi budidaya serta potensi ekonomi  jambu mete dan jagung di Pulau Muna.. Namun untuk mencapai produksi dan nilai jual optimalnya, adopsi teknologi di kebun dan pasca panen terutama kacang mete masih perlu ditingkatkan.

Kata kunci: Jagung, Kacang Mete, Muna, Produk Lokal, Produktivitas.


Full Text:

PDF

References


Rahni, N.M., La Karimuna, Asmin. 2016. Pengembangan Agroindustri Jambu Mete di Provinsi Sulawesi Tenggara. Makalah presentasi pada Seminar Jambu Mete Nasional II “Revitalisasi Agroindustri Jambu Mete dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing dan Nilai Tambah secara Berkelanjutan”, Bogor, 12–13 Oktober 2016.

Hendaryati, D.D. dan Y. Arianto. 2017. Statistik Perkebunan Indonesia 2015-2017: Jambu Mete. Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementrian Pertanian.

Sutisna, E., Witjaksono, J dan J., A. Sulle 1999. Pemanfaatan lahan diantara Jambu Mete. Laporan hasil Penelitian. Proyek SAADP 1998/1999. Unpublished. BPTP Kendari

Nurdiyah, N., Fariyanti, A. dan S. Jahroh. 2014. Analisis pemasaran jambu mete di Kabupaten Muna provinsi Sulawesi Tenggara. Informatika Pertanian, 23(1): 85-94

Witjaksono J., dan Asmin. 2016. Agroindustri kacang mete di Sulawesi Tenggara: Potensi, kendala dan strategi pengembangannya . Prosiding Forum Komunikasi Nasional Jambu Mete II Bogor, 12-13 Oktober 2016. Hal 207-214.

Istiyanti, E., Suwanda, T. dan Sriyadi. 2018. Upaya peningkatan produktivitas pengrajin kacang mete dengan teknologi tepat guna alat pengupas mete di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul. Prosiding Seminar Nasional PPM Universitas Ahmad Dahlan yogyakarta, 27 oktober 2018. Hal 105-110

Suhartono, J., Noersalim, C., Sinaga, D.P. dan D. Triyana. 2010. Pengambilan minyak laka dari kulit biji mete dan peningkatan kandungan kardanol dalam minyak laka. Seminar Rekayasa Kimia dan Proses, Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang 4-5 Agustus 2010, c-15:1-4

Suarni, S. dan Widowati. 2007. Struktur, Komposisi, dan Nutrisi Jagung dalam Hermanto, Suyamto, dan Sumarno (Ed). Jagung: Teknik Produksi dan Pengembangan. Hal 410-426.

Ronas. 2017. Petani Marobea, Muna Barat Panen Jagung Hingga 7 Ton Per HA. https://koransultra.com/2017/05/02/petani-marobea-muna-barat-panen-jagung-hingga-7-ton-per-ha/

Abidin, Z. dan M.T. Ratule. 2013. Strategi pengembangan jagung di Sulawesi Tenggara. Seminar Nasional Serealia, Maros 18 Juni 2013.

Abidin, Z. 2015. Posisi relatif komoditas jagung dalam perekonomian wilayah Sulawesi Tenggara. Prosiding Seminar Nasional Serealia, Malang 19 Mei 2015. Hal. 622-630

Suharno dan Rusdin. 2017. Kelayakan usahatani jagung hibrida di Kabupaten Muna provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 20(1): 36-46




DOI: http://dx.doi.org/10.30598/ajibt.v9i2.1161

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


The journal indexed by: