Mortalitas Kumbang Callosobruchus chinensis Akibat Pemberian Bubuk Cengkih (Syzygium aromaticum)

John Alfred Patty, Ria Yeane Rumthe

Abstract


ABSTRAK

Pengembangan pestisida nabati untuk menekan  populasi hama sudah menjadi salah satu cara yang efektif.  Pemberian bubuk gagang cengkih terhadap pertumbuhan populasi (Callosobruchus chinensis L penting untuk diteliti. Pestisida ini bersifat mudah terurai (biodegradable), sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang. Penelitian ini bertujuan untuk Mendapatkan dosis bubuk gagang cengkih (Syzygium aromaticum) yang efektif untuk mengendalikan kumbang (Callosobruchus chinensis L.) dalam simpanan kacang hijau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dosis bubuk gagang cengkih terdiri dari 5 perlakuan yaitu: kontrol, 10 g, 15 g, 20 g, 25 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 25 g memberikan tingkat mortalitas C. chinensis L. tertinggi (70 %), rata-rata waktu kematian tercepat 16 JSA, sedangkan dosis terendah 10 gram memberikan tingkat mortalitas C. chinensis L pada waktu 24 JSA dengan tingkat mortalitas 56,67%.

Kata Kunci :, Mortalitas, Callosobruchus chinensis, Bubuk Cengkih

 


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Ferdinansyah, S. 2007. Budidaya Kacang Hijau. Penebar Swadaya. Jakarta.

Swibawa, I., Indra, S. dan Purnomo. 1997. Uji Preferensi Callosobruchus chinensis F. terhadap Varietas Kacang Hijau. Prosiding Seminar Penelitian Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Lampung. 120-126 pp.

Kartasapoetra, 1991. Hama Tanaman Pangan dan Perkebunan. Bumi Aksara, Jakarta.

Manueke, J. 1993. Kajian Pertumbuhan Populasi Sitophilus oryzae dan Tribolium castaneum dan Kerusakan yang Ditimbulkan pada Tiga Varietas Beras. Tesis Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Oka, I. N. 1993. Penggunaan, permasalahan serta prospek pestisida nabati dalam pengendalian hama terpadu. ProsidingSeminar Hasil Penelitian dalamrangka Pemanfaatan Insektisida Nabati, Bogor 1-2 Desember 1993. Balittro,Bogor.

Nurdjannah, N. 2004. Diversifikasi Penggunaan Cengkih. Indonesian Center for Agricultural Postharvest Research and Development. Bogor.

Mustika, I. dan A. Rachmat. 1994. Efikasi beberapa produk cengkih dan tanaman lainnya terhadap nematode lada. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1-2 Desember 1993. hal 49-55.

Nurdjannah, N., Soehadi and Mima. 1991. Distillation method influences the yield and quality of clove leaf oil. Industrial Crops Research Journal. 3 (2) : 18-26.

Ho, S.H., Cheng, L. P. L., K., Sim, Y. and H. T. W. Tan. 1994. Potential of cloves (Syzygium aromaticum L) Merr. and Perry as a grain protectent against Tribolium castaneum (Herbst) and Sitophilus zeamays Motsch Postharvest Biology and Technology 4: 179-183.

Tombe, M. Nurawan, A. dan Sukamto. 1994. Penelitian penggunaan daun cengkih dalam pengendalian penyakit busuk batang panili. Prosiding Seminar Hasil Penelitian dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1-2 Desember 1993. Hal. 28-36.

Kundra. 1981. Dinamika Populasi Serangga. Institut Pertanian ogor

Kardinan, A. 2008. Pengembangan Kearifan Lokal Pestisida Nabati. Sinar Tani Edisi15–21 April 2009. No. 3299. 5p

Priyono, 1988. Pengujian Insektisida. Penuntun Praktikum. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian IPB. Bogor.

Novizan. 2002. Membuat dan Memanfaatkan Pestisida Ramah Lingkungan. PT. Agromedia Pustaka. Jakarta.Payne, T. S. 2007. Harvest and Storage Management of Wheat. http://www.fao.org/DOCREP/006/Y4011E/y4011e0u.htm.

Ardianto, T. 2008. Pengaruh Ekstrak Bunga Cengkih (Zyzygium aromaticum L.) terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti L, Skripsi, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Suyanto, F. 2009. Efek Larvasida Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Terhadap Larva Aedes aegypti L. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Skripsi.

Hadi, M. 2008. Pembuatan Kertas Anti Rayap Ramah Lingkungan dengan Memanfaatkan Ekstrak Daun Kirinyuh (Eupatorium odoratum). BIOMA. Vol. 6 (2). Tahun 2008.

Kartasapoetra, 1987. Hama Tanaman Pangan dan Perkebunan. Bumi Aksara, Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.30598/a.v9i1.1062

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


The journal indexed by: