Karakteristik Iklim Pulau Romang

Semuel Laimeheriwa

Abstract


ABSTRAK

Iklim merupakan merupakan faktor produksi pertanian yang sangat dinamis dan beragam menurut ruang dan waktu.  Oleh karena itu,  agar pendekatan terhadap iklim/cuaca lebih berdaya guna dalam sektor pertanian, diperlukan suatu pemahaman yang lebih akurat terhadap karakteristik iklim melalui analisis dan interpretasi data iklim.  Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan karakteristik iklim Pulau Romang yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan di sektor pertanian. Penelitian ini menggunakan data iklim dari Stasiun Hujan Hila, Stasiun Iklim Lakuwahi, dan Stasiun Meteorologi Saumlaki.  Analisis data dilakukan dengan menggunaan beberapa metode, yaitu (1) teknik rataan aljabar; (2) persamaan Oldeman, 1977; (3) sistem klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson (1951) dan Oldeman (1975); dan (4) metode Modified Penman. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Pulau Romang beriklim agak basah yang dicirikan oleh curah hujan rataan tahunan 2628 mm; dimana nilai curah hujan peluang 75% sebesar 1.794 mm/tahun.  Berdasarkan sistem klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson, Pulau Romang bertipe iklim B, dan berdasarkan sistem klasifikasi iklim Oldeman memiliki tipe iklim D1 dengan panjang periode pertumbuhan selama 11 bulan. Suhu udara tertinggi dalam bulan November-Desember dan terendah dalam bulan Juli-Agustus.  Kelembaban udara tinggi selama musim hujan (Desember-Juni) dan rendah selama musim kemarau (Juli-November).  Sebaliknya, lama penyinaran surya panjang selama musim kemarau dan pendek selama musim hujan.  Evapotrasnpirasi potensial tahunan sebesar 1.771 mm.  Kecepatan angin rataan 1,7 - 4,0 km/jam, dan kecepatan angin maksimum 34 – 58 km/jam.  Suhu udara di wilayah ini cenderung bertambah tiap tahunnya sebesar 0,0219ºC. Curah hujan tahunan periode belakangan ini (1989-2018) cenderung bertambah sebesar 5% dibandingkan periode sebelumnya (1959-1988).

Kata kunci: Karakteristik iklim, Pulau Romang


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Laimeheriwa, S. 2014. Analisis tren perubahan curah hujan pada tiga wilayah dengan pola hujan yang berbeda di Provinsi Maluku. Jurnal Budidaya Pertanian 10 (2): 71-78.

Irianto, G dan Suciantini. 2006. Anomali iklim: faktor penyebab, karakteristik dan antisipasinya. Jurnal Iptek Tanaman Pangan 2:101-121

Tim Sintesis Kebijakan. 2008. Dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian, serta strategi antisipasi dan teknologi adaptasi. Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian 1 (2):138-140.

Irianto, G., Amien, I, dan E. Surmaini. 2004. Keragaman iklim sebagai peluang diversifikasi. Dalam Sumberdaya lahan Indonesia dan pengelolaannya; Puslitbangtanak, BPPP Deptan, Bogor. Hal. 67-95.

Nangimah, S.L., Laimeheriwa, S dan R. Tomasoa. 2018. Dampak fenomena El Nino dan La Nina terhadap keseimbangan air lahan pertanian dan periode tumbuh tersedia di Daerah Waeapo Pulau Buru. Jurnal Budidaya Pertanian 14(2): 66-74.

Laimeheriwa, S., Pangaribuan, M, dan M. Amba. 2019. Analisis fenomena El Nino dan dampaknya terhadap neraca air lahan di Pulau Ambon. Jurnal Budidaya Pertanian 15(2): 111-118.

Schulz, E.F. 1980. Problem and applied hydrology. Water Res. Publ., Fort Collins, Colorado.

Manik, T.K. 2014. Klimatologi dasar; Unsur iklim dan proses pembentukan iklim. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Schmidt, F.H and H.A. Ferguson. 1951. Rainfall types based on wet and dry period ratios for Indonesia with Western New Guinea. Kementerian DMG-Perhubungan, Jakarta.

Oldeman, L.R, 1975. An agroclimatic map of Java. Contr. Centr. Res. Inst. Agric., 17, Bogor. 22p.

Oldeman, L.R. 1977. Climate of Indonesia. In Proc. of 6th Asian Pacific Weed Sci.Soc.Conf., Jakarta. p:14-30.

Oldeman, L.R and M. Frere. 1982. A study of agroclimatology of the humid tropics of Southeast Asia. FAO/Unesco/WMO Intragency Project on Agroclimatology. Rome.

Pruitt, W.O and J. Doorenbos. 1977. Guidelines for predicting crop water requerement. FAO of Uneted States. Rome.

Suryadi, Y., D.N. Sugianto dan Hadiyanto. 2017. Identifikasi perubahan suhu dan curah hujan serta proyeksinya di Kota Semarang. Proceeding Biology Education 14(1): 241-246.

Boer, R., Baharsjah, J.S., Las, I, dan H. Pawitan. 2003. Analisis Kerentanan dan Adaptasi Terhadap Keragaman dan Perubahan Iklim. Simposium Meteorologi Pertanian VI. 9-10 September 2003, Bogor, Indonesia. pp. 36-49.

Misnawati dan M. Perdanawanti. 2019. Tren curah hujan ekstrem Pulau Sumatera tahun 1981-2010. Jurnal Agromet 33(1): 41-51.




DOI: http://dx.doi.org/10.30598/a.v9i1.1059

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


The journal indexed by: