Hubungan pH, Eh, dan EC dengan Produksi Kelapa Rakyat pada Tempat Tumbuh yang Berbeda

Andreas Izzac Latupapua

Abstract


Tiga sifat kimia tanah yang berpengaruh terhadap produksi kelapa rakyat (Cocos nucifera, L.) adalah pH, Eh, dan EC. Nilai masing-masing parameter biasanya berbeda antara tanah di pesisir pantai dengan di gunung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pH, Eh, EC dengan produksi kelapa rakyat yang tumbuh di pesisir pantai dan di gunung. Survei dilakukan dengan mengambil contoh tanah pada kedalaman 40 cm di sekitar pohon kelapa dan pada tempat yang sama dilakukan pengamatan jumlah buah per pohon untuk mengetahui produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH, Eh dan EC berpengaruh nyata terhadap produksi kelapa di pesisir pantai, sedangkan pH berpengaruh nyata terhadap produksi di gunung. Produksi di gunung mencapai 80.4 kg/pohon sedangkan produksi di pesisir pantai 72.4 kg/pohon.

Kata Kunci : kelapa, pH, Eh, Ec


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku. 2019. Provinsi Maluku dalam Angka. BPS Provinsi Maluku, Ambon.

Badan Pusat Statistik Kota Ambon. 2020. Kota Ambon dalam Angka. BPS Kota Ambon, Ambon.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Maluku Tengah. 2020. Kabupaten

Maluku Tengah dalam Angka. BPS Kabupaten Maluku Tengah, Masohi

Ritung, S., K. Nugroho, A. Mulyani, E. Suryani. 2011. Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, Bogor.

Lindsay, W.L. 1979. Chemical Equilibria in Soils. John Wiley & Sons

Inc. New York.

Kim H. Tan. 1998. Principles of soil chemistry. Marcel Dekker, Inc. New York

Bohn, H.L., B.L. McNeal, G.A. O’Çonnor. 2001. Soil Chemistry. John

Wiley & Sons Inc. New York.

Sposito, G. 1989. The Chemistry of Soils. Oxford Univ. Press, Inc. New York.

Marschner, H. 1986. Mineral Nutrition of Higher Plants. Academic Press, Inc. Harcourt Brace Jovanovich Publ. London.

Sutandi, A., B. Nugroho, B. Sejati. 2011. Hubungan Kedalaman Pirit dengan Beberapa Sifat Kimia Tanah dan Produksi Kelapa Sawit (Elais

guineensis). J. Tanah Lingk., 13 (1) : 21-24

Muhammad Basir Cyio. 2008.Efektivitas bahan organik dan tinggi

genangan terhadap perubahan pH, Eh, dan status Fe, P, Al terlarut pada tanah Ultisol. J. Agroland 15 (4) : 257 – 263.

Pratiwi, P.R., M. Subandi, E. Mustari. 2015. Pengaruh Tingkat EC (Electrical Conductivity) terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea, L.) pada Sistem Instalasi Aeroponik Vertikal. Jurnal Agro Vol. II (1): 50-55

Schmidt, F. H dan Ferguson, J. H. A. 1951. Rainfall Types Based On Wet and Dry Period Rations for Indonesia With Western New Guinea. Jakarta: Kementrian Perhubungan Meteorologi dan Geofisika.

Latupapua, A.I. 1999. Efek Pupuk K dan Ca terhadap Desorpsi P, Selektivitas Pertukaran Al-K dan Al-Ca, serta Hasil Padi Gogo Pada Inceptisol. Disertasi. Universitas Padjadjaran. Bandung.

Noor, M., A. Maas, T. Notohadikusomo.2008. Pengaruh pengeringan dan pembasahan terhadap sifat kimia tanah sulfat masam Kalimantan. Jurnal Tanah dan Iklim 27 :33-44

Darlita, R.R., B. Joy, R. Sudirja. 2017. Analisis Beberapa Sifat Kimia Tanah Terhadap Peningkatan Produksi Kelapa Sawit pada Tanah Pasir di Perkebunan Kelapa Sawit Selangkun. Jurnal Agrikultura 28 (1): 15-20.

Marlina, A. Napoleon, D. Budianta. 2018. Perubahan beberapa sifat kimia tanah dan biologi Ultisol dan serapan NPK serta produksi tandan buah segar yang diberi LCPKS. Klorofil XIII – 1 : 37-41.




DOI: http://dx.doi.org/10.30598/a.v9i1.1057

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


The journal indexed by: