ANALISIS MANAJEMEN PERSEDIAAN PALA PADA CV. MAENUSU SPICE KOTA AMBON

Asmini F Khairuddin, Leunard O Kakisina, Raja M Sari

Abstract


Peranan sektor petanian di Indonesia sangat penting dalam perekonomian, terutama subsektor perkebunan. Salah satu subsektor perkebunan yang potensial dikembangkan di Maluku adalah tanaman pala. Berdasarkan data rata-rata produksi pala Indonesia, Maluku merupakan salah satu sentra produksi pala terbesar. Saat  ini  luas  areal  tanaman  Pala  di  Maluku  sebesar 32.797  ha dengan produksi sebanyak 5.859 ton. Hasil produksi pala Maluku dapat menjadi peluang usaha baik lokal maupun antar negara karena permintaannya setiap tahun terus meningkat. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan para pelaku usaha untuk mengembangkan jaringan pemasaran pala secara luas. Di Maluku terdapat beberapa pelaku usaha maupun perusahaan yang bergerak dalam pemasaran pala, salah satu diantaranya adalah CV. Maenusu Spices. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari manajemen persediaan CV. Maenusu Spices dengan Metode EOQ. Penelitian ini menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya persediaan yang dikeluarkan perusahaan dalam satu tahun adalah Rp. 52.005.707, sedangkan dengan menggunakan metode EOQ biaya persediaan adalah sebesar Rp. 8.228.930,74. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat melakukan penghematan sebesar Rp. 43.776.776,3 bila menerapkan metode EOQ.  Penggunaan metode EOQ pada perusahaan akan lebih efektif dan efisien dalam hal pengendalian persediaan bahan baku jika dibandingkan dengan kebijakan yang selama ini digunakan oleh CV. Maenusu Spice.


Keywords


Manajemen persediaan; metode EOQ; tanaman pala

Full Text:

PDF

References


Bustaman, S. 2008. “Prospek Pengembangan Minyak Pala Banda Sebagai Komoditas Ekspor Maluku”. Jurnal Litbang Pertanian. Vol 27 (3): 93-98.

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2018. “Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019: Pala (Nutmeg)”. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan. Jakarta

Herjanto, Eddy. 2007. Manajemen Operasi edisi 3. Jakarta: PT. Raja Grasindo Persada.

Gitosudarmo, I. 2002. Manajemen Keuangan. Edisi Keempat. BPFE Universitas Indonesia. Yogyakarta.

Lawalata, M., S.F.W. Thenu, & M. Tamaela. 2017. “Kajian Pengembangan Potensi Perkebunan Pala Banda di Kecamatan Banda Neira Kabupaten Maluku Tengah”. AGRILAN: Jurnal Agribisnis Kepulauan. Vol 5 (2): 132-150.

Prawirosentono. 2001. “Manajemen Operasi”. PT. Bima Aksara. Jakarta.

Purseglove, J.W., Brown E.G., Green S.L., and Robbins S.R.J. 1995. Spices. New York: Longmans. pp175-228.

Rismunandar. 1992. Budidaya dan Tataniaga Pala. Jakarta: PT Penebar Swadaya.

Sahata, M. 2016. “Strategi Pengembangan Pala Di Desa Paisubatu Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan”. Jurnal Agroland. Vol 23 (2): 118-130.

Setyaningrum, F. C. 2007. “Analisis Supplier Costing dalam Pemilihan Supplier pada Damai Minimarket”. Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Ekonomi Akuntansi, Universitas Atma Jaya.

Suwarto, dkk. 2014. Top 15 Tanaman Perkebunan. Jakarta: Penebar Swadaya.




DOI: http://dx.doi.org/10.30598/agrilan.v9i1.1025

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Template Jurnal Agrilan :                             

                        

 

Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan index by :

        

Connect with your Academic Account: 

Plagiarism Chek by :

   


Reference Management Tools :

Assosiation With :



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats